Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komen yang bermutu, sharing blog ini ke sosial media, dan meletakkan link-nya! Mari budayakan bertukar link dan e-Halo.

Tampilkan postingan dengan label pandai bersyukur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandai bersyukur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2014

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal

 

Assalamu'alaikum wr wb

Sekedar berbagi ....................
Semoga bermanfaat ..............

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si supir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai" Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?"
Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan."
Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

 
 
Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.
Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.
Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.
Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya.
Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu." Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.
“ Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain (Cicero) “
Sandro Tobing


Selamat bekerja .......................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tetap Semangat .....................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Wassalam

 

Sumber : Ade Setiawan <abi.daffa@yahoo.com>

sumber gambar 

Jumat, 31 Agustus 2012

Pelajaran Dari Anak Umur 5 Tahun Si Tukang Koran

Sumber : kaskus
Sumbangan dari agan :  gunktung

[ kisah ]
Pelajaran Dari Anak Umur 5 Tahun Si Tukang Koran

jadi gini gan ceritanya, semalam ane waktu habis pulang dari jalan2 sekitar jam 10an malem habis keliling kota  ane berhenti di suatu perempatan jalan kena lampu merah, pas lampu merah ane didatengin sama seorang anak kira2 usianya 5 tahun, pas mobil ane berhenti dia datangin ane gan tu anak baru bangun dari kardus yg dia pakein buat tiduran  , ane ditawarin koran. kasian ane liatnya anak umuran kyk gini harusnya tinggal dirumah gan bukannya jualan koran sampe jam segini apalagi sendirian, ngak pake alas kaki  , berniat pengen ane kasi duit 2000 perak tanpa ngambil korannya, ane buka dah tuh kaca mobil dan ane kasi dah tuh uang 2rb, habis ane kasi tuh uang. tiba2 anak ini ngasi semua korannya ke ane kira2 ada 7buah koran ( padahal niat ane cuman mau kasi duit, ngapain baca koran jam segitu  ) ane tolak gan ane bilang "ngak usah dek" dianya nyolot ngasiin ane semua korannya kemudian bilang TERIMA KASIH dan kabur , karena ane kagak enak masa 2rb perak dapet 7 koran  . ane panggil lagi gan, kemudian ane kasi lagi 5rb buat nambahin, dia kembali ke ane ngambil tuh duit dan bilang TERIMA KASIH, terharu ane gan ngelit tuh anak pas bilang makasih ke ane  , dianya langsung pergi gan  , karena lampu merahnya agak lama tuh anak kembali lagi bawaiin ane koran yg lebih byk gan. kemudian ane pulang bawa koran byk banget padahal cuma 7rb perak gan. sejak malam tuh habis ketemu dengan si bocah penjual koran tadi ane byk banget belajar..... sampe sekarang muka tu anak masih terbayang diwajah ane gan. Ini pelajaran yg ane dapat gan 
Spoiler for pelajaran: 

1. ane belajar rasa TERIMA KASIH gan, tuh anak ane kasiin 7rb kayaknya seneng banget pas ane liat raut wajahnya pas dia bilang terima kasih ke ane, padahal ane yg biasanya dikasi banyak banget rezeki jangankan bilang terima kasih kepada tuhan gan bersyukur aja jarang  malahan ane biasanya kufur gan, maunya rezeki lebih byk mulu, ane juga selama di kasi duit sama orang tua seingat ane ngak pernah bilang terima kasih ke mereka gan padahal kalau di hitung dah banyak banget 
2. Tuh anak ngak mau dikasi duit cuma2 gan, sekarang byk orng yg dah tua, produktif, bisa kerja malahan pergi ngemis gan, walaupun nih anak cuma penjual koran ane salut banget gan padahal usianya masih sekitar 5 tahun gan.
3. pelajaran yg ane dapet yg lain adalah ane dah bisa mulai mensyukuri apa yg ane punya gan setelah ngeliat tuh anak kerja umuran segitu duitnya entah buat apa paling buat dia pake makan gan, ane sendiri duit ane kagak tau dikemanain beli inilah beli itulah, pengen beli ini itu padahal masih banyak org yg buat makan harus kerja keras
.
 


buat ane tuh anak seorang malaikat gan soalnya akhir2 ini ane banyak banget masalah..... semoga bermanfaat cerita ane gan

Kata bijak ane :
Hiduplah dgn apa yg Tuhan yg maha pengasi ajarkan, semakin banyak kita berbagi semakin banyak kita menerima, dan dengan berbagi dari situlah kita belajar untuk bersyukur dan mustahil ada kebahagiaan tanpa ada pemberiann